Friday, 16 March 2012

EasyHits4U.com - Your Traffic Exchange, 1:1 Exchange Ratio, FREE Traffic to your sites

Yang ini juga bisa dicoba bagi siapapun yang belajar tentang blog. Bukan barang baru khan? 
EasyHits4U.com - Your Traffic Exchange, 1:1 Exchange Ratio, FREE Traffic to your sites

KUNCI JAWABAN USEK KKPI 2011-2012

Perhatian :
Kunci jawaban USEK KKPI Paket A dan Paket B diberikan setelah mendaftar di link-link berikut.
SEGERA KLIK DI SINI.
ATAU daftar di sini.
ATAUDaftar di sini
SAMBIL BELAJAR, SEBENARNYA ANDA JUGA TELAH MENGHASILKAN DOLLAR TANPA MODAL, CUKUP DAFTAR AJA DI LINK-LINK YANG TELAH SAYA SEDIAKAN.

Friday, 9 March 2012

SOAL USEK KKPI - TEORI (edisi terbatas)

Jika Anda ingin siap dengan ujian sekolah (USEK) KKPI, pelajari materi berikut. Tersedia dua paket, yaitu Paket A dan Paket B.
- Paket A, klik di sini
- Paket B, klik di sini
Kunci jawaban akan dikirim via email, jika Anda sudah mendaftar di sini. Klik link ini.

Jangan lupa, tinggalkan alamat email pada komentar.

BURUAN, KARENA LINK AKAN SEGERA DITUTUP.

Tuesday, 6 December 2011

SOAL UAS KELAS X, XI, DAN XII SEMESTER GANJIL TAHUN 2011-2012

Berikut latihan soal UAS KKPI Semester Ganjil tahun pelajaran 2011-2012. Anda pelajari materi tersebut sebagai kisi-kisi UAS.
Kisi-kisi/Soal UAS KKPI Kelas X, klik disini
Kisi-kisi/Soal UAS KKPI Kelas XI, klik sini Atau juga bisa klik di sini
Kisi-kisi/Soal UAS KKPI Kelas XII, klik di sini

Sunday, 26 December 2010

Siapa Mau?

banyak orang yang memimpikan ingin mendapatkan penghasilan dari internet. Akhir-akhir ini banyak banget tawaran mendapatkan uang melimpah dari bisnis internet, mungkin ini juga yang membuat anda tergiur untuk memulai bisnis internet.
Sebelum anda memulai, mungkin akan saya jelaskan terlebih dahulu kepada anda, bisnis internet tidak mudah! Jangan mau tergiur dengan tawaran overnight rich system atau kaya dalam semalam! anda butuh bekerja!
Beruntung, beberapa waktu yang lalu, sahabat saya membagiakan panduan gratis memulai bisnis internet. What? GRATIS?
Yap anda benar! Gratis!
Disana telah berhasil diungkapkan:
- INTERNET MARKETING : Apa dan Bagaimana?
- Bagaimana anda mensetting _____ untuk kunci Sukses Anda
- 4 Mitos Bisnis Internet - Awas Hal ini membayangi kegagalan anda untuk sukses dalam bisnis internet anda!
- 8 Exact Method Berburu Dollar di Internet. Disinilah anda akan memulainya!
- How To Create Your Own PayPal Account
- Cara mudah mensetting domain dan hosting anda serta bagaimana anda bisa membuat situs pertama anda!
- Traffic : Bagaimana dan Untuk apa? serta penggunaan metode _______ ; ______ dan _______ yang berkaitan dengan mendatangkan traffic!
- dan masih banyak lagi .. beruntungnya semua itu gratis loh!
Ga percaya? silakan akses disini
http://pemburudollar.net/?go=10321

Tuesday, 27 April 2010

Kamus 5 Bahasa Daerah - Bahasa Indonesia


Bagi Anda yang suka berwisata ke daerah-daerah di Indonesia atau menambah pengetahuan baru, tidak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk berlatih bahasa daerah mereka. Ini ada kamus 5 bahasa daerah karya Feriawan Agung.

Fasilitas utama program Kamus ini adalah :
· Ukuran yang cukup kecil
· Sederhana dan antarmuka yang mudah
· Pencarian kata yang cepat
· Pencarian otomatis antara bahasa Jawa dan Indonesia
· Smart Find
· Penambahan kata-kata baru

System yang diperlukan:
· Windows 9x/ME/NT/Xp/2003 dan Vista(?)
· Pentium II dengan 32 MB RAM.

Untuk download klik di sini

Tuesday, 22 December 2009

Hari Ibu, Hari Bapak, dan Hari Anak

Seluruh warga Indonesia hari ini dengan bangganya menghargai salah seorang pilar keluarga dan bangsa. Ya, makhluk yang memperoleh penghargaan tersebut adalah ibu. Mengapa harus ibu, bukan bapak?

Ini yang menjadi pokok pembahasan kita. Apakah peran ibu yang penting dalam pembentukan karakter anak saat usia dini? Padahal, bapak juga ikut berperan. Apakah ibu yang melahirkan anak, bukan bapak? Adakah kaitan antara bumi dan bumi? Ataukah, ada 'sebab musabab' yang mendasarinya. Mungkin, tidak ada salahnya Anda mencari di si Mbah Google atau wikidpedia

Saturday, 19 September 2009

SELAMAT JALAN PAKAR KEBAKUAN BAHASA INDONESIA

Anda telah mengenal nama Anton Mulyono, Gorrys Keraf, Jus Badudu, dan sebagainya. Tapi, apakah Anda pernah tahu orang yang betul-betul gigih membela dan mempertahankan kebakuan bahasa Indonesia dalam pemakaiannya sebagai bahasa resmi? Mungkin, nama beliau tidak terdengar nyaring seperti nama-nama di atas karena belum semua orang paham dengan peran beliau.

Gatot Susilo Sumowijoyo, adalah sebuah nama yang mungkin asing bagi kalangan ahli-ahli bahasa Indonesia, bahkan siswa-siswa didik di seluruh Indonesia. Tapi, ada juga pakar bahasa yang telah memberikan apresiasi besar terhadap jasa beliau dalam perkembangan bahasa Indonesia. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam permintaan beliau untuk tetap kritis terhadap penggunaan bahasa Indonesia.
Sepanjang pengetahuan saya, bahasa Indonesia baku adalah Bapak Gatot. Bapak Gatot adalah bahasa Indonesia baku. Kalau boleh saya katakan bahwa bahasa Indonesia baku telah "mewujud" dalam diri Bapak Gatot. Dalam suatu acara yang saya ikuti, saya menyaksikan betapa pilunya Bapak Gatot ketika menjumpai banyaknya ketidakbakuan yang terjadi di kalangan pemakai bahasa Indonesia. Air matanya menetes ketika berbicara tentang hal itu.
Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila dalam setiap puisi dan cerpen-cerpen (kumpulan cerpen) beliau selalu kita jumpai bentuk-bentuk baku bahasa Indonesia. Beliau berkeyakinan bahwa mengapa kita tidak bisa "membentuk" bahasa puisi dengan bahasa-bahasa baku senyampang bahasa baku itu tidak akan mengurangi nilai estetika puisi atau karya sastra tersebut.
Jumat, 18 September 2009 sekitar pukul 15.30 telah sampai berita kepada saya bahwa telah meninggal dunia, guru, bapak, pakar bahasa kita, Gatot Susilo S., Marilah, di kesempatan yang membahagiakan ini kita iringi kepergian tokoh bahasa Indonesia baku kita, Bapak Gatot Susilo Sumowijoyo, dengan mengharap ridho Allah SWT semoga amal ibadah dan jasa keilmuwanan beliau diterima di sisiNya.

Monday, 17 August 2009

BLINGSATAN DI SMKN 6 SURABAYA

Osis SMK Negeri 6 Surabaya untuk kesekian kalinya menghadirkan Pensi (Pentas Seni). Tahun ini bersamaan dengan event peringatan HUT ke-64 RI, OSIS SMK Negeri 6 Surabaya menghadirkan banyak grup band. Dalam acara dengan titel "SMAKSIX Nice Performance" grup-grup yang turut berpartisipasi di antaranya BLINGSATAN, HEAVY MONSTER, MAHAGHITA, AUFKLA, NINGRAT, ALSO PERFORM, ESSA, CAMPCITY AFTERNIGHT, THE POLKADOT, GOOD LUCK, YNH, ROLLBAR, BIE N BYE, NEW PORTH 95, DAN 6 BAND AUDISI.

Selain tampilan beberapa band tersebut, acara yang diselenggarakan tgl. 18 Agustus 2009 di Lapangan SMK Negeri 6 Surabaya pukul 09.00 selesai tersebut juga akan diramaikan oleh Dancers dan Bazaar. Acara ini didukung oleh EBS 105,9FM, Coca Cola, La Tulipe, Honda, Gudang Event, dan PK Management. Ticket Box bisa menghubungi OSIS SMKN 6 Surabaya atau contact person: Fachry 085730441013, Arin 085755597422, Lina 085733050085.

Saturday, 13 June 2009

SOAL UAS KKPI KELAS XI

Bagi siswa kelas XI, soal UAS semester genap bisa Anda pelajari di sini. Sebagai catatan, persyaratan untuk mendapatkan nilai KKPI yaitu siswa harus mempunyai blog sendiri-sendiri. Selain itu, blog tersebut harus terupdate sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Untuk tugas-tugas yang perlu dimasukkan di blognya masing-masing klik di sini.Sedangkan soal-soal UAS KKPI kelas XI dapat Anda klik sini

Soal-soal tersebut harus didownload terlebih dahulu, lalu kerjakan sesuai dengan perintah. Selamat mengerjakan, semoga sukses.

Tuesday, 2 June 2009

100% Siswa 19 Sekolah Tidak Lulus?

Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia pendidikan kita. Sebanyak 19 sekolah di negeri tercinta ini menghebohkan dengan angka ketidaklulusan sebesar 100%. Yang lebih parah lagi, di antara sekolah-sekolah tersebut terdapat beberapa sekolah yang sudah berstatus RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Ironis khan?

Kita tidak usah terburu-buru menghakimi siswa kalau toh benar mereka mencontoh kunci jawaban palsu yang beredar saat itu (ini khan belum terbukti secara hukum alias hanya praduga). Beberapa kemungkinan bisa muncul dari permasalahan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan ini bisa mengindikasikan terdapatnya beberapa kejanggalan.
Pertama, siswa yang mengikuti UAN saat itu ternyata kini justru sudah diterima di berbagai PTN. Apakah mungkin, siswa yang jelas-jelas sudah diterima tersebut, baik melalui PMDK atau jalur khusus lainnya, masih mempunyai sikap percaya pada hal lain di luar kemampuannya. Siswa yang pandai, tentu akan percaya pada diri sendiri (buktinya bukan hanya satu atau dua orang saja). Kalau saat UAN dia diberi kunci jawaban pun, pasti dia merasa tidak tertarik. Karena dari awalnya dia sudah pandai.
Kedua, secara kelembagaan setiap sekolah (terlebih RSBI) tentu akan terpacu untuk menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah yang pantas mendapat penghargaan sematan nama tersebut. Dan, bagi sekolah RSBI tentu mempunyai visi yang jelas tentang pendidikan yang dijalankan di lembaga tersebut. Tentunya, sekolah tersebut merasa risih apabila menggunakan langkah penyebarluasan jawaban UAN kepada siswanya terlebih dengan tujuan untuk meningkatkan image sekolah.
Ketiga, tidak adanya bantahan sama sekali dari pihak sekolah ataupun siswa-siswa sekolah bersangkutan. Tidak ada siswa yang membantah jika mereka merasa memang tidak melakukan hal tersebut. Secara kelembagaan, sekolah justru harus memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut (penyebarluasan jawaban UAN palsu) tidak pernah dilakukan. Pihak sekolah tidak pernah melakukan hal tersebut, justru mengamini jika siswa-siswa melakukan praktek tersebut (tetapi belum pernah dilakukan interogasi kepada para siswa khan??) Langkah yang perlu dilakukan sekolah adalah melakukan cross check kepada siswa-siswanya terlebih dahulu, jangan menghakimi siswa (atau mencari kambing hitam atas 'pesanan'??)
Keempat, mengapa kejadian tersebut sampai terjadi pada daerah-daerah berbeda, bukan satu daerah saja. Kalau kemungkinan terjadi pemberian kunci jawaban palsu, daerah kasusnya hanya dalam batas wilayah kecil bukan skala nasional.
Kelima, perguruan tinggi negeri yang diberi tugas mengawal pelaksanaan UAN tempo hari belum (tidak pernah) mengklarifikasi tentang kasus tersebut. Yang terjadi sumber berita berpusat pada beberapa pihak saja. Seharusnya, harus ada perimbangan berita dari sumber penilai atau pendamping kegiatan UAN tersebut.
Alasan-alasan tersebut menarik untuk diperdebatkan. Apakah benar-benar siswa telah melakukan kegiatan tersebut? Mengapa sekolah mengamini (ikut menghakimi) siswa yang belum tentu bersalah? Begitu mudahnya vonis bahwa yang bersalah dalam kasus tersebut adalah siswa? Begitu mudahnya diadakan ujian ulang terhadap kasus tersebut.
Kalau toh boleh saya memberikan pertimbangan, mengapa siswa hamil (melahirkan?) saat UNAS dilarang mengikuti ujian? Padahal, belum tentu dia lulus ataukah tidak? Mengapa siswa-siswa yang bersalah (seperti "dirumahkan" di kantor polisi) masih mempunyai hak untuk ikut UNAS sementara siswa hamil/melahirkan tidak mempunyai hak? Marilah kita meluruskan dan menata sistem pendidikan kita bukan berdasarkan tawar menawar.

Tuesday, 19 May 2009

TUGAS-TUGAS KKPI

Siswa-siswa yang mengikuti Prakerin, bisa melihat tugas-tugasnya setelah mengikuti group saya baik di Yahoo maupun Google. Atau, bisa dilihat di alamat berikut.

Group Yahoo Klik di sini
Group Google Klik di sini

Thursday, 23 April 2009

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Berbicara tentang pembelajaran kooperatif, kita masih bergantung pada orang Barat yaitu John Dewey dan Herbert Thelan. Menurut Dewey, seharusnya kelas merupakan cerminan masyarakat yang lebih besar. Oleh Thelan, dikembangkanlah prosedur guna membantu siswa bekerja dalam kelompok.

Tiga kondisi dalam pembelajaran kooperatif menurut Shlomo Sharan yaitu (1) adanya kontak langsung (2) sama-sama berperan serta dalam kerja kelompok, dan (3) adanya persetujuan antar anggota dalam kelompok tentang setting kooperatif tersebut.
Yang terpenting dalam model ini adalah bahwa siswa dapat belajar melalui kerjasama Yang mampu harus menolong yang tidak mampu. Setiap anggota kelompok tetap memberi sumbangan pada prestasi kelompok. Setiap siswa mendapat kesempatan yang sama dalam bersosialisasi. Bagian dari model pembelajaran ini adalah STAD, Jigsaw, investigasi kelompok, dan pendekatan struktural.

Saturday, 11 April 2009

Maaf, Saya Tidak Mengenal Anda

Itulah sebuah ungkapan yang kurang lebih bersifat netral. Ungkapan tersebut cocok diberikan saat kita diminta untuk menilai dan memberikan apresiasi terhadap orang lain. Ungkapan itu tertulis di kartu suara pemilu legislatif kemarin. Tidak ada contrengan, hanya ada "pesan sponsor" tersebut. Kalau kita mau jujur, ada beberapa sudut pandang yang bisa dipakai untuk mengetahui timbulnya ungkapan tersebut.

Pertama, penulis ungkapan tersebut memang betul-betul orang awam atau tidak mengenal dengan orang-orang yang terpampang di situ. Mengapa harus dipilih, sedangkan dia belum pernah bertemu, bercakap-cakap, bahkan berdiskusi dengannya.
Kedua, dia tahu sedikit tentang pribadi tersebut tetapi belum sepenuhnya percaya apakah memang dia "pantas" dititipi amanahnya. Dia khawatir jika suaranya diberikan kepadanya justru suatu saat yang diberi amanah tidak mampu bertindak sesuai nuraninya. Dia akan terus merasa bersalah apabila si pembawa amanah tersebut berperilaku kurang sesuai moral, etika, dan susila.
Ketiga, dia mampu menunjukkan setengah kearifan sebagai warga negara Indonesia. Dia pergi ke tempat pencontrengan (bukan untuk mencontreng, tetapi ikut berpartisipasi). Baginya tidak mencontreng juga merupakan pilihan. Jadi, memilih dan tidak memilih adalah sebuah pilihan.

Tuesday, 7 April 2009

TIDAK PULANG KANGEN, MAU PULANG MALU

Pak Umar Bakri adalah buruh spidol. Tapi, awalnya dia merupakan buruh kapur tulis. Semenjak papan tulis berubah menjadi whiteboard, kapur tulis digantikan dengan spidol. Tidak mengherankan apabila spidol telah menjadi sahabat setianya.
Setiap hari Pak Umar Bakri selalu menyihir anak didiknya dengan kelincahan spidolnya di atas whiteboard. Kadangkala, Pak Umar Bakri mendapatkan keceriahan, tapi juga mendapatkan kejengkelan dari perilaku anak didiknya. Baginya, semua perilaku anak didiknya merupakan seni hiburan bagi kehidupannya.


KANGEN PAK UMAR BAKRI
Inilah yang membuat KANGEN Pak Umar Bakri ketika dia telah memutuskan diri untuk beralih profesi menjadi wiraswasta. Sebagai wiraswasta Pak Umar Bakri merasa kecukupan dari segi materi. Tetapi, dari kepuasan batin Pak Umar Bakri merasa asing dengan dunianya. Dia merindukan keceriaan, keluguan, dan kebandelan anak didiknya. Mungkin dia harus terlahir untuk menjadi pendidik bukan wiraswasta. Yang dihadapi kini hanyalah benda mati, yang tidak bisa diajak untuk berbagi keceriaan.
Lain halnya ketika dia berada di sekolah. Dia selalu ceria. Segi batinnya merasa terisi dan terpuaskan walaupun dari segi materi tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya.
Pak Umar Bakri sadar betul bahwa yang dibutuhkan oleh anak didiknya adalah pendidikan bukan pengajaran. Oleh karena itu, Pak Umar Bakri tidak pernah memarahi ataupun bahkan memukulnya jika ada anak didiknya berperilaku di luar kewajaran. Dengan sabar Pak Umar Bakri selalu menuntun dan mengarahkan siswanya apabila ada yang bertindak ‘nyeleneh’.
Prinsip yang selalu dipegang oleh Pak Umar Bakri hingga kini bahwa tugas guru adalah mendidik bukan mengajar. Mengajar adalah mudah, tapi mendidik lumayan susah. Kalau hanya sekadar ‘mengajar’, setiap orang (tidak punya profesi pendidik) tentu mampu. Mengajar cenderung bersifat transformasi ilmu pengetahuan. Lain halnya dengan ‘mendidik’. Mendidik merupakan proses pembentukan nilai-nilai norma, sopan-santun, perilaku, dan kematangan berfikir. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat (sepakat?) memakai istilah ‘peserta didik, anak didik, pendidikan dasar, dinas pendidikan’, dan sebagainya bukan dengan sebutan ‘peserta ajar’, ‘anak ajar’, ‘pengajaran dasar’, dan ‘dinas pengajaran’.
Tidak mengherankan, kadang-kadang Pak Umar Bakri merenung dan berfikir keras apabila menjumpai teman kerjanya yang hanya sekadar datang, memberikan materi, dan pulang. Menurutnya, tidak perlu sekolah lagi apabila prosesnya demikian. Siswa cukup di’privat’kan; habis perkara.
Lebih memprihatinkan lagi, jika ada anak didik bermasalah, pihak pertama yang dipersalahkan adalah siswa bersangkutan. Janganlah anak yang sudah bersalah, justru dipersalahkan lagi. Alangkah arifnya jika kita peduli terhadap masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh anak didik. Kita tidak perlu menunggu timbulnya perilaku menyimpang anak, tetapi seharusnya mampu mendeteksi dan mencegah timbulnya masalah pada anak didik kita.
Yang sangat menyedihkan adalah tuntutan kesejahteraan yang ditujukan kepada pemerintah. Abdi masyarakat yang sudah sejahtera dan menjadi pegawai pemerintah ini mengharapkan lebih sejahtera lagi. Wajar jika pemerintah mengamini permintaan tersebut sebab pemerintah juga membutuhkan dukungan dari elemen pendidikan ini. Tapi, kita juga perlu berkaca bahwa apakah yang sudah kita berikan untuk anak didik (sekolah) sudah layak dihargai sedemikian besar? Padahal, kalau kita mau berbagi nasib; masih ada salah satu elemen dari pendidikan (sekolah) kita yang juga butuh perhatian, yaitu Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap. Kita telah tahu loyalitas dan pengabdian mereka dalam pendidikan kita. Tidak hanya setahun dua tahun tetapi sudah puluhan tahun mereka mengabdikan diri di sekolah. Pernahkah kita peduli terhadap kehidupan keluarganya? Padahal, mereka juga merupakan salah satu bagian dalam rangka melaksanakan dan meningkatkan citra pendidikan kita. Mereka datang sebelum siswa datang, mereka pulang setelah siswa pulang. Mereka juga mempunyai prestasi. Tetapi, penghargaan apakah yang telah mereka dapatkan? Seharusnya kita merasa malu terhadap kenyataan ini.
KENYATAAN INI MEMBUAT MALU BAGI PAK UMAR BAKRI.

Kumpulan Ebook untuk Umum

Berikut ini kumpulan buku yang sudah berbentuk ebook, yang dapat dibaca secara langsung di komputer setelah didownload. Ebook-ebook tersebut diberikan dengan tujuan bisa dibaca dan digunakan untuk kepentingan pendidikan, BUKAN UNTUK SARANA BISNIS. Oleh karena itu, apabila ada yang kurang berkenan silahkan kirim komentar, lalu saya hapus link tersebut. Terima kasih.

Sebagai awal rintisan, saya berikan ebook berikut ini.
>> 100 Pesan Nabi untuk Wanita Salihah klik di sini
>> Ayat-ayat Cinta Klik di sini

Friday, 27 March 2009

ORANG STRESS BARU

Ada apa dengan judul di atas? Tidak ada yang istimewa, tapi tentunya sangat menggelitik. Artikel ini ditulis karena masih ada kaitannya dengan artikel sebelumnya yaitu "Sebenarnya Kita Kaya; Sebuah Refleksi Maraknya Kontestan Pemilu 2009" Ternyata, kalau kita mau menelusuri lebih jauh tentang pemilu 2009, kita tentu akan mendapatkan persoalan-persoalan baru sebagai imbas dari pemilu 2009 ini. Artikel kali ini berbicara tentang stres yang mungkin terjadi pada caleg Pemilu 2009, baik caleg (calon legislatif) yang sudah jadi ataupun caleg yang tidak jadi terpilih.

Ini adalah sebetulnya bukan kabar terbaru lagi. Rumah sakit di Bogor telah menyiapkan beberapa kamar VIP untuk calon legislatif yang gagal mendapatkan kursi legislatif. Kamar-kamar tersebut sudah disesuaikan dengan fasilitas-fasilitas yang memuaskan. Sebuah antisipasi dan analisis pangsa pasar yang baik. Mungkin, langkah salah satu rumah sakit di Bogor tersebut perlu diikuti oleh rumah sakit-rumah sakit seluruh Indonesia.
Mengapa harus demikian? Mari kita mengingat kembali peristiwa yang kurang mendidik. Setelah dinyatakan kalah dalam pemilihan bupati Ponorogo, salah seorang calon bupati mengalami goncangan jiwa (karena hutang yang belum terlunasi) alias stress. Gangguan kejiwaannya sudah melampaui batas normal, bisa dikatakan hampir gila. Mungkin, kita tidak akan mendapatkan berita-berita tersebut andaikata kita mampu menyikapi segala kegagalan dengan batas kewajaran. Selain itu, kita sudah harus siap untuk mendapatkan kegagalan.
Nah, gejala stess di masyarakat mungkin akan menjadi berita heboh untuk beberapa hari ke depan. Seperti diketahui, 9 April kita akan melangsungkan pemilihan caleg baik tingkat pusat maupun tingkat daerah. Banyak nama yang terpampang dan berpromosi diri. Tapi, pernahkah terpikirkan oleh kita; berita apakah yang akan terjadi setelah itu? Ya, kemungkinan-kemungkinan akan banyak terjadi. Mulai dari timbulnya para demokrat baru, orang kaya baru, orang dermawan baru, hingga orang-orang stress baru.
Gejala stress bukan hanya dialami oleh caleg yang gagal tapi mungkin juga bisa terjadi pada orang yang sudah duduk di kursi parlemen. Kenapa bisa demikian?
Caleg jadi dan sudah duduk di kursi parlemen tetapi belum siap untuk melaksanakan tugas-tugas yang dirasakan baru/asing bagi dia justru akan menjadikan beban bagi dia. Orang-orang parlemen dadakan model demikian akan sulit melangkah, dan akan merasa asing dalam lingkungannya, yang pada akhirnya membuat dia stress.
Nah, sekarang bagi caleg yang gagal. Setelah dinyatakan gagal bersaing, caleg tersebut akan kembali ke habitatnya semula. Yang biasa berjualan di pasar, dia akan kembali ke pasar. Yang biasa bertani, dia akan kembali ke sawah; dan sebagainya. Tidak akan menjadi sebuah persoalan apabila dia awalnya maju mencalonkan diri dengan bekal yang memang dimilikinya. Tetapi, menjadi masalah apabila modal yang digunakan tersebut berasal dari hutang sana-sini. Repot khan?? Tiap hari ditagih orang dari mana saja. Tidur tidak nyenyak, makan tidak enak.
Tentu kita tidak mau apabila mendapati hal demikian. Yang perlu direnungkan kembali adalah seberapa pantaskah kita menasbihkan diri untuk menjadi wakil dari lingkungan kita sendiri? Seberapa siapkah kita untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaan baru di parlemen? Sudah cukupkah penghasilan kita untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga kita maju untuk mencukupi kebutuhan orang-orang lain? Karena, sebagai wakil legislatif tujuan yang pasti adalah mewakili aspirasi orang lain BUKAN mencari penghasilan lain dari orang lain. Mari kita menjadi saksi bersejarah, apakah hal demikian akan terjadi? BUKA MATA BUKA TELINGA, INI HANYA TERJADI DI INDONESIA.

Saturday, 21 March 2009

CATATAN PEMILU DARI TAUFIK ISMAIL

Hanya dalam hitungan hari, kita akan melangsungkan pesta demokrasi di Indonesia tercinta. Ada baiknya kita renungkan kembali harapan Taufik Ismail untuk berproses kembali menjadi bangsa yang dihormati di dunia, seperti yang pernah kita alami setengah abad lebih yang silam. Kenangan dan harapan Taufik Ismail tersebut diwujudkan dalam bentuk bentuk puisi "Ketika Indonesia Dihormati Dunia" yang diterbitkan oleh Horison, Edisi XII, 2008.

Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah abad yang lewat
Dengan rasa kangen pemilihan umum pertama itu kucatat
Peristiwa itu berlangsung tepatnya di tahun lima puluh lima
Ketika itu sebagai bangsa kita baru sepuluh tahun merdeka

Itulah pemilihan umum yang paling indah dalam sejarah bangsa
Pemilihan Umum pertama, yang sangat bersih dalam sejarah kita
Waktu itu tak dikenal singkatan jurdil, istilah jujur dan adil
Jujur dan adil tak diucapkan, jujur dan adil cuma dilaksanakan
Waktu itu tak dikenal istilah pesta demokrasi
Pesta demokrasi tak dilisankan, pesta demokrasi cuma dilangsungkan
Pesta yang bermakna kegembiraan bersama
Demokrasi yang berarti menghargai pendapat berbeda

Pada waktu itu tak ada huru-hara yang menegangkan
Pada waktu itu tidak ada setetes pun darah ditumpahkan
Pada waktu itu tidak ada satu nyawa melayang
Pada waktu itu tidak sebuah mobil pun digulingkan lalu dibakar
Pada waktu itu tidak sebuah pun bangunan disulut api berkobar
Pada waktu itu tidak ada suap-menyuap, tak terdengar sogok-sogokan
Pada waktu itu dalam penghitungan suara, tak ada kecurangan


Itulah masa, ketika Indonesia dihormati dunia
Sebagai pribadi, wajah kita simpatik berhias senyuman
Sebagai bangsa, kita dikenal santun dan sopan
Sebagai massa, kita jauh dari kebringasan, jauh dari keganasan

Tapi enam belas tahun kemudian, dalam 7 pemilu berurutan
Untuk sejumlah kursi, 50 kali 50 sentimeter persegi dalam ukuran
Rakyat dihasut untuk berteriak, bendera partai mereka kibarkan
Rasa bersaing yang sehat berubah jadi rasa dendam dikoborkan
Kemudian diacungkan tinju, naiklah darah,
lalu berkelahi dan berbunuhan
Anak bangsa tewas ratusan,
mobil dan bangunan dibakar puluhan

Anak bangsa muda-muda usia,
satu-satu ketemu di jalan mereka sopan-sopan
Tapi bila mereka sudah puluhan apalagi ratusan di lapangan
Pawai keliling kota,
berdiri di atap kendaraan, melanggar semua aturan
Di kepala terikat bandana, kaus oblong disablon,
di tangan bendera berkibaran
Meneriak-neriakkan tanda seru
dalam sepuluh kalimat semboyan dan slogan
Berubah mereka jadi beringas
dan siap mengamuk, melakukan kekerasan
Batu berlayangan, api disulutkan, pentungan diayunkan
Dalam huru-hara yang malahan mungkin, pesanan

Antara rasa rindu dan malu puisi ini kutuliskan
Rindu pada pemilu yang bersih dan indah, pernah kurasakan
Malu pada diri sendiri, tak mampu merubah perilaku
Bangsaku

Thursday, 12 March 2009

DILEMATIKA BOPDA

Sekolah sebagai tempat pembelajaran bagi siswa seharusnya juga menerapkan prinsip demokrasi seperti kejujuran, integritas, transparansi dan bebas dari korupsi. Namun dalam prakteknya seringkali terjadi pelanggaran. Misalnya saja terjadi penggelapan, mark up, penyalahgunaan anggaran, manipulasi anggaran, penyuapan dan jual beli nilai/kenaikan kelas.

Dalam beberapa kasus, terjadi dobel pelaporan. Sebagai contoh, suatu sekolah akan membeli 20 unit komputer, dengan harga @ Rp 8 juta, atau total Rp 160 juta. Ternyata, pembelian 20 unit komputer tidak hanya dilaporkan dalam pelaporan dana BOS. Tetapi item pembelian tersebut dimasukkan dalam laporan penggunaan dana BOP dan penggunaan dana iuran dari siswa. Dengan adanya 3 pelaporan itu, seharusnya ada 60 komputer yang dibeli. Tapi kenyataannya hanya 20 unit. Artinya ada uang yang melayang Rp 320 juta. Kemana larinya uang tersebut? Itu baru 1 item pengadaan komputer. Bagaimana dengan pengadaan item yang lain?
Secara garis besar, dana Bopda untuk sekolah negeri dan hibah Bopda (untuk sekolah swasta) digunakan untuk delapan hal. Yakni, pengadaan alat tulis kantor, pembayaran rekening listrik dan air, peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum, kegiatan kesiswaan akademis dan nonakademis, serta pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran. Lalu, pemeliharaan gedung dan fasilitas sekolah. Biaya ekstrakurikuler telah diakomodasi Bopda, yaitu masuk pada poin pembiayaan kegiatan kesiswaan, baik akademis maupun nonakademis. Poin itu juga mencakup les di sekolah. Untuk sekolah swasta, ditambah pengembangan lembaga.
RUJUKAN:
Dari berbagai sumber